Berlomba-lomba untuk Mendapatkan Jabatan PPS dan PPK?

Oleh: Syuhud Syayadi Amir, anggota PMP


Sebelum mandi, saya ingin bertanya-tanya dalam kesendirian perihal beberapa waktu kemarin yang dihadapkan dengan pendaftaran PPS dan PPK.

Setahu saya hanya itu, selebihnya saya masih belum mengerti apa itu PPK dan PPS. Tetapi dalam hal ini saya berpikir, jika jabatan tersebut direbut hanya untuk memuaskan hasrat kemenangan bahkan mendapatkan gaji semata, lantas bagaimana jadinya bangsa ini?

Saya berusaha untuk baik sangka saja dalam hal tersebut. Kemungkinan mereka yang mendaftar, mendapatkan, bahkan bisa mengambil peran sebagai pengawas benar-benar akan menjalankan amanahnya sesuai dengan harapan masyarakat secara umum.

Perlombaan tersebut kemungkinan atas dasar cinta akan kemanusiaan, cinta akan bangsa, bahkan cinta kepada keberlangsungan generasi setelahnya. Bahkan jika boleh mengutip Al-Qur'an, mereka berlomba-lomba dalam hal kebaikan. Mendaftar untuk menjadi yang terbaik dan berlomba-lomba untuk melestarikan kebudayaan yang baik.

Tetapi bagaimana jika sebaliknya? Entahlah! Tetapi yang jelas pendaftaran PPK dan PPS bukan persoalan yang salah bahkan dibenarkan selama sesuai dengan prosedur yang ada (bukan sogok an).

Harapan saya sebagai anak bangsa Indonesia bahwa mereka yang terpilih benar-benar akan bertanggung jawab sesuai dengan kapasitas masing-masing. Mereka jujur, amanah, cerdas, dan mampu menjadikan jabatannya sebagai jalan menuju peradaban yang lebih baik ke depan.

Tulisan ini terkesan receh dan tidak penting, tetapi bagi saya apapun itu penting selama kita berpikir jernih dalam setiap persoalan. Lebih-lebih jika berkaitan erat dengan persoalan dasar dan membutuhkan pikiran serta kenyataan yang sesuai dengan realita nantinya.

Misalnya, apa itu PPS dan PPK? Apa saja tanggung jawabnya? Kenapa ada PPS dan PPK, serta pertanyaan-pertanyaan lain yang bersifat dasar dan membutuhkan jawaban dari yang bersangkutan. Tetapi, mungkin bukan saatnya lagi duduk panjang dalam persoalan ini.

Kemudian, kita tunggu saja nanti bagaimana peran daripada mereka yang terpilih, kita bantu doakan mereka, bantu kinerja mereka selama masih bisa dibantu, bahkan support mereka supaya bisa menjalankan amanahnya secara penuh tanggung jawab dan bisa dipercaya, amin.

Buat mereka yakin bahwa mereka yang terpilih memang bagian daripada manusia yang baik dan bisa dipercaya sebagai manusia yang bisa memimpin dan memperjuangkan kebaikan bangsa ini.

Dalam hal ini saya teringat kepada salah satu hadis yang dulu pernah disampaikan guru kepada saya. Hadis tersebut tentang kepemimpinan manusia (Muslim). Artinya "setiap diri kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya" (al-Hadis).

Harapan terkahir dari penulis, semoga mereka yang terpilih tidak lebih fokus kepada uang dan jabatannya, tetapi lebih daripada itu, yaitu melestarikan tanggungjawab nya secara maksimal dan berusaha semaksimal mungkin untuk menciptakan Indonesia semakin baik ke depan, amin.

Semoga tulisan receh ini bermanfaat bagi pembaca yang Budiman, amin.

Pamekasan, 06 Februari 2023 M. #Dalam_Hidup

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KPM Kolaboratif Nusantara IAIN Madura dan Sosok Inspiratif

Lomba Kemenangan

You Are Special : Tetap Rawat Potensi, Rawat Generasi