Mahasiswa Harus Menata Kembali Niatnya!
Oleh: Moh. Zainur Rahman, anggota PMP bagian Sumenep.
Dunia kepemudaan sudah semakin jauh dari pertanyaan-pertanyaan dasar yang dapat membongkar segala bentuk kegelisahan masyarakat.
Dalam dunia mahasiswa istilah tersebut dikenal sebagai nilai-nilai kekritisan mahasiswa yang memang dipupuk sedemikian rupa. Lebih-lebih dalam dunia organisasi.
Tetapi, akhir-akhir kegelisahan dalam diri sendiri terkesan semakin membesar akibat dipertemukan dengan berbagai perosalan kehidupan masyarakat sekitar.
Persoalan pendidikan, perekonomian, politik, budaya dan lain sebagainya terkesan semakin jauh dari penelitian kaum pemuda masa kini.
Mungkin secara data saya tidak mengantongi banyak terkait hal tersebut. Tetapi ini adalah persoalan sekita. Ini adalah persoalan yang sering tampil di media-media pemuda yang sekedar mempertontonkan terkikisnya moral kemanusiaan.
Saya rasa, ini adalah sebuah kenyataan yang harus ditulis kembali sebagai data baru bagi pemuda yang masih memiliki kepekaan terhadap kehidupan bangsanya sendiri. Bahkan peka terhadap kehidupan dunia.
Setelah mengalami pengalaman tentang bagaimana keadaan pemuda lingkungan sekitar, maka saya berkeinginan untuk sedikir memaparkan tentang pentingnya pertanyaan-pertanyaan dasar (kritis) pemuda khususnya bagi mahasiswa.
Kenapa bertanya itu penting? Karena tanpa sebuah pertanyaan kita akan mendapati persoalan hidup yang tidak akan pernah mendapatkan solusi. Bukankah solusi kehidupan itu awalnya lahir dari sebuah pertanyaan yang kemudian dijawab melalui karya (kerja nyata)?
Nah,,, pertanyaan-pertanyaan mendasar inilah yang tetap harus selalu dihidupkan dalam pikiran pemuda khususnya mahasiswa. Pertanyaan yang tidak sekedar bertanya, tetapi juga ingin mencari solusi bagi kehidupan bangsanya.
Salah satu contoh pertanyaan dasarnya adalah "apakah bangsa Indonesia akan mengalami kemajuan dalam semua sektor atau sebaliknya, Indonesia akan mengalami kejumudan dan ketertinggalan zaman?
Pertanyaan tersebut membutuhkan jawaban yang kompak dari para pemuda khususnya mahasiswa. Jika Indonesia semakin maju, apa yang harus disiapkan pemuda? Jika justru sebaliknya, maka apa yang seharusnya dilakukan oleh pemuda atau mahasiswa yang memiliki peran penting dalam mengubah semu itu.
Sebagai contoh berikutnya adalah "apakah Rakyat Indonesia masih banyak yang miskin?" Jika iya, apa yang sebenarnya membuat mereka miskin? Apakah memang mereka malas untuk bekerja atau memang ada sistem pemerintahan yang salah sehingga dapat membuat masyarakatnya semakin tenggelam dalam kemiskinan?
Itulah yang menjadi salah satu dasar kenapa berpikir kritis dan memiliki pertanyaan dasar itu sangatlah penting bagi mahasiswa. Selain mahasiswa dianggap sebagai maha dari segala siswa, mahasiswa juga memiliki tanggung jawab besar dalam memprakarsai praktek perubahan sosial kehdiupan ini.
Terakhir dari saya, jika hati pemuda dan mahasiswa masih memiliki rasa simpati terhadap penderitaan orang lain, masih memiliki rasa kepekaan terhadap kehidupan sosial masyarakatnya, jika masih memiliki pikiran kritis terhadap kemajuan bangsanya, maka sudah saatnya mahasiswa menata kembali niat-niatnya kenapa harus melanjutkan pendidikan. Harus menata kembali niat-niatnya kenapa harus melanjutkan mencari ilmu pengetahuan dan lain-lain.
Mahasiswa diajarkan menjadi seorang pemimpin, bukan malah belajar menjadi orang yang tidak mau tahu terhadap persoalan bangsanya bahkan sok acuh dengan bangsanya. Mahasiswa tidak diajarkan memiliki sifat sendiri-sendiri dan tidak peduli dengan lingkungannya.
Komentar
Posting Komentar