Berilmu Menjadi Penentu dalam Beramal dan Berkata

Oleh: M. Rozien Abqoriy, anggota PMP

Karya hikmah ini ditulis berbarengan dengan tulisan Syuhud Syayadi Amir yang juga sama-sama anggota PMP dengan harapan mampu melahirkan semangat keanggotaan dalam berkarya dan melakukan kebaikan-kebaikan lainnya. Selamat membaca! Salam literasi.....
___________


Sejenak berfikir tentang perkembangan dan kemajuan, lebih-lebih tentang kemanusiaan. Bertanya lagi terkait keberlangsungan yang mana dan yang mesti jadi suatu hal yang diutamakan ?

Melihat kembali dari beberapa literatur yang ada, semisal mengkaitkan denga kemajuan sebuah negara, identifikasi yang pertama yang menjadi penentuan adalah SDM-nya. Apa yang terdiri dari SDM (Sumber Daya Manusia) itu ? Tentunya yang akan tersirat pertama kali adalah kemampuan, pengetahuan dan pengalamannya. Sehingga kemudian ada istilah yang mengatakan, suatu negara akan maju jika masyarakatnya sudah memiliki dan mendapatkan pengetahuan luas yang secara merata (berilmu).

Selain itu, ada yang juga menyebutkan, bahwasanya keharusan manusia dalam berilmu itu adalah untuk keberlangsungan hidupnya kedepan, sehingga pernyataan seperti itu bisa juga sebagai penentu hidupnya yang akan datang. Tentunya kita tidak akan lepas dari yang namanya pertanyaan selepas mendengar hal yang sedemikian bukan? Kenapa bisa, dan bagaimana kita dapat mengetahui bahwa hal tersebut bisa menjadi pedoman dalam hidup?

Ada kata pepatah dari Cina yang mengatakan, bahwa jika kita memberi seseorang ikan, kita hanya dapat menghidupinya satu hari. Namun jika kita mengajari seseorang memancing, maka kita akan memberinya makan seumur hidup. Artinya jika seseorang memiliki ilmu, seseorang akan memiliki cara mereka bertahan hidup dan mencukupi kebutuhannya.

Jadi berilmu sudah menjadi kebutuhan dalam kehidupan, bukan lagi keinginan personal ataupun komunal. Tapi apakah ketika berbicara kebutuhan, dan memang manusia dituntut untuk melangsungkan hidupnya dan melanjutkan keturunan. Namun hidup bukan masalah perut kan?

Semisal seperti, dengan berilmu kita akan mengetahui keahlian, kemudian manusia dapat melakukan pekerjaan sesuai keahliannya. Bekerja akan memberi manusia penghasilan yang tentunya untuk biaya hidup seperti makan, rumah, pakaian, dan lain-lain.

Dengan berilmu, kita akan lebih mudah dan menyelesaikan sesuatu hal kita anggap sebagai permasalahan. Misal manusia mendapat masalah berupa konflik internal ataupun eksternal dalam keluarga, karena ilmu manusia dapat memodifikasi konflik dengan memiliki solusi tanpa menghilangkan nilai-nilai kebersamaan dan kebaikan. Karena dapat menyelesaikan masalah, manusia dapat mengalami kemajuan teknologi seperti yang saat ini kita rasakan, dan masih banyak lagi, seperti dengan berilmu kita tidak mudah menyalahkan dan menganggap yang paling benar dengan istilah "Mengelola Mental (tidak baperan)".

Kehidupan yang dibarengi dengan ilmu, tentunya dalam Islam selalu dikaitkan juga dengan "amal-mengamalkan atau amal shaleh" artinya ketika sudah mengetahui banyak hal tentang pengetahuan yang baik dan buruk, maka dianjurkan dalam Islam menjalankan ibadah, menunaikan kewajiban agama seperti perbuatan baik terhadap sesama manusia. 

Sejauh apa kita sudah menganggap telah melakukan kebaikan antar sesama manusia dalam konteks berilmu ? 

Islam mengukur itu dari salah satu firman Allah SWT yang dalam salah satu ayat Alquran yang isinya menjelaskan tentang kerugian manusia ketika melepaskan keberimanan, beramal shaleh, saling menasehati kebenaran, dan saling menasehati tentang kesabaran. Yang beralih kepada segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain.

Keharusan dan yang menjadi motivasi manusia sudah terdapat dalam hadits adalah Uthlubul 'ilma minal mahdi ilal lakhdi. Artinya: “Tuntutlah ilmu dari buaian (bayi) hingga liang lahat.” "Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim."

Kesimpulan sementara dari tulisan saya terkait ilmu dan amal shaleh adalah menjadi penentu dalam keberlangsungan hidup dan menjadikannya alasannya dalam setiap tindakan dan perkataan yang senantiasa akan dijaga oleh ilmu pengetahuan, sehingga di istilahkan dengan "berilmu dulu, sebelum beramal dan berkata/bertindak'


M. Rozien Abqoriy
Pamekasan, Rabu, 15 Maret 2023
#hikmahhidup

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KPM Kolaboratif Nusantara IAIN Madura dan Sosok Inspiratif

Lomba Kemenangan

You Are Special : Tetap Rawat Potensi, Rawat Generasi