Memahami dan Meluruskan Visi Misi serta Target dari Dunia Miniatur Negara IAIN Madura

Oleh: Ozie, aktivis mahasiswa, jurnalis, anggota PMP, aktif di banyak komunitas dan organisasi.


Setiap instansi akademisi, yang sering kita sebut sebagai tempatnya kaum-kaum cendikiawan, calon penerus dan pemimpin-pemimpin bangsa, yang menjadikan harapan dari seluruh kalangan masyarakat utamanya adalah masyarakat akademik, civitas akademika beserta mahasiswanya.

Tentu ketika mendengar hal tersebut, yang terngiang pertama kali adalah tujuan serta target apa yang dibekali oleh miniatur tersebut untuk mencapai harapan dan cita-cita nya dalam membangun peradaban yang diinginkan, untuk menciptakan manusia-manusia berkualitas dari sumber daya manusianya melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian.

Mengingat pada saat rektor baru menggantikan posisi rektor lama, khususnya di IAIN Madura pada tahun 2022 kemarin. Membawa warna serta harapan baru untuk kemajuan dan perubahan. Sehingga peralihan status IAIN Madura menuju Universitas Islam Negeri (UIN) menjadi target utama dalam masa kepemimpinan rektor baru Dr. H. Saiful Hadi.

Penyampaian tersebut disebutkan usai dilantik oleh Kementerian Agama di gedung Kementerian Agama jalan M.H Thamrin No.6 Jakarta Pusat. Dr. H. Saiful Hadi menggantikan rektor periode sebelumnya yakni Mohammad Kosim.

Sejarah baru sudah dimulai, dimana ketika pimpinan memberikan aroma baru yang dicantumkan dalam visi misi serta target kampus cendikiawan tersebut, yang awalnya Religius dan kompetitif, dengan ditambahkannya istilah "kolaboratif". 
Penambahan tersebut tentunya selalu memiliki alasan tertentu, untuk masa kepemimpinan dan perkembangan serta kemajuan dari sebuah instansi. Kenapa kolaborasi, apa yang akan dihasilkan oleh itu? Kolaborasi memiliki kemungkinan untuk penghimpunan berbagai talenta dan kekuatan yang dimiliki masing-masing anggota kolaborasi.

Oleh karenanya, setiap pengetahuan, pengalaman, dan keahlian yang dimiliki para anggota dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung perkembangan kolaborasi (terkhusus kampus).
Akan tetapi, bagaimana tujuan serta target itu dapat berjalan sesuai dengan harapan yang sudah termaktub dalam visi misi itu dapat disesuaikan juga dengan SDM yang juga cukup siap dalam bekerja sama serta menyatukan tujuan tersebut.

Akhirnya saya berfikir, kebutuhan yang pertama adalah penguatan pendidik yang profesional, dan mahasiswa yang terdidik secara maksimal untuk mendukung kemajuan dan impian.

Oleh sebab itu, kita upayakan untuk meluruskan dengan cita – cita yang ada di Kampus IAIN Madura dari Religius, kompetitif dan kolaboratif.
Konsep Religius dalam visi IAIN dimaksudkan bahwa warga kampus harus memiliki karakter Religius, dengan ciri-ciri umum: Memahami, meyakini, menghayati, mengamalkan, dan menyebarkan ajaran Islam dengan prinsip Wasathiyah (keseimbangan antara keyakinan (yang kokoh) dengan toleransi).

Lalu konsep Kompetitif, dimaksudkan bahwa lembaga memiliki daya saing dengan perguruan tinggi lainnya baik skala nasional, regional maupun internasional di bidang pendidikan dan pengajaran, manajemen kelembagaan, kualitas SDM, produk riset, pengabdian kepada masyarakat, dan kompetensi lulusan.

Kemudian, konsep kolaboratif ialah warga kampus harus memiliki karakter mampu bekerja sama dengan mitra perguruan tinggi, DUDI (Dunia Usaha dan Industri), baik nasional maupun internasional.
Dalam ketiga konsep tersebut tentunya juga memiliki komponen yang mesti diperhatikan dan dijaga.

Yang pertama yaitu memiliki pemimpin yang adil. Sejauh ini yang terlihat pemimpin adil yang bagaimana ? ya sekurang-kurangnya mampu melaksanakan empat tugas dan fungsinya. Seperti yang telah dilaksanakan oleh Rasulullah saw dan sudah terbukti digambarkan dalam Al Quran, menjadi umat terbaik. Menjadi pelopor, empowering (memperdayakan SDM yang kompeten) untuk kemajuan isi kampus, artinya menjadikan tolak ukur dalam kemampuan, keaktifan, kekreatifan, kecerdasan yang diutamakan, dengan tidak lagi memakai konsep siapa yang lebih dekat atau siapa yang masuk pada golongan yang harus sama. 

Kemudian Aligning atau penyelarasan dengan tidak langsung menerima begitu saja tatkala ada informasi, konfirmasi, isu-isu yang tidak masuk naluri yang jernih atau tidak masuk akal yang sehat. Dan Modeling yaitu uswah hasanah atau teladan yang baik, dalam segala aspek kepada anggotanya.

Hal tersebut bukan hanya kepada pimpinan kampus tertinggi, melainkan juga patut di perhatika bagi semua mahasiswa terutama yang juga memiliki Amanah dalam menjalankan roda organisasi internal, termasuk kepengurusan, dan lebih-lebih pemangku jabatan strategis. Dalam hal itu juga yang akan membantu kemajuan dari kampus dan adanya kesadaran individu maupun komunal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KPM Kolaboratif Nusantara IAIN Madura dan Sosok Inspiratif

Lomba Kemenangan

You Are Special : Tetap Rawat Potensi, Rawat Generasi