Para Sastrawan Kebangaan Rasulullah SAW
Oleh: Hasan Cincau
Penulis merupakan Founder dari Komunitas The Bung Foundation sekaligus aktivis mahasiswa
1. Hassan bin Tsabit Al-Anshari RA.
Dia bahkan dijuluki sebagai "penyairnya Rasulullah". Tak hanya itu, ada suatu mimbar masjid yang menjadi podium baginya untuk bersyair memuja Rasulullah.
Rasulullah bersabda,
*«إن الله يؤيد حسان بروح القدس ما نافخ عن رسول الله»*
"Sesungguhnya Allah menguatkan Hassan dengan roh Kudus sebab ia bertembang tentang Rasul Allah".
Sebagaimana diketahui, bahwa Hassan mendapat hadiah budak wanita yang bernama Sirin (saudari dari Mariyah Al-Qibthiyyah) dari Rasulullah. Hassan bin Tsabit hidup selama 120 tahun (60 tahun di masa jahiliah - 60 tahun di masa Islam). Pendapat lain mengatakan, dia hidup selama empat puluh tahun dan wafat di masa kepemimpinan Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA.
2. Abdullah bin Rawahah Al-Anshari Al-Khazraji RA.
Selama hidupnya, ia ikut andil dalam seluruh peperangan bersama Rasulullah.
Pada perang Mu'tah (melawan Romawi), Abdullah bin Rawahah menjadi panglima tertinggi menggantikan Zaid bin Haritsah dan Ja'far bin Abi Thalib RA. yang gugur. Di perang itu, Abdullah bin Rawahah wafat sebagimana kedua sahabatnya.
3. Ka'ab bin Malik Al-Anshari Al-Khazraji RA.
Dia ikut andil baiat aqabah. Pada perang Uhud, dia mengenakan baju besi berwarna kuning. Di perang Uhud ini, dia mengalami 11 luka.
Dia bersyair untuk menakut-nakuti orang-orang musyrik. Seorang sejarawan; Ibnu Sirin mengatakan bahwa kabilah Daus masuk Islam karena takut atas syair Ka'ab yang mengancam bahwa kabilah Daus akan diperangi oleh kaum muslimin.
Tiga penyair ini semuanya dari kalangan Anshar dan tidak ada yang dari kalangan Muhajirin. Mereka biasa bersyair untuk melawan kaum kafir Quraisy.
Menurut analisis Syeikh Muhammad Ridha, kalangan Muhajirin tidak bersyair layaknya Anshar karena kuatnya permusuhan mereka dengan kaum kafir Quraisy. Jadi, mereka lebih getol berperang secara fisik daripada bersyair. Selain itu, ini menunjukkan bahwa tatanan masyarakat muslim di masa Rasulullah sangatlah teratur sehingga semua kalangan memiliki peranan masing-masing sesuai dengan kebutuhan.
Adapun kalangan kafir Quraisy, penyair yang getol untuk menyerang Nabi melalui syairnya adalah: Abu Sufyan (sepupu Rasulullah) bin Al-Harits bin Abdul Muthalib, Abdullah bin Az-Zaba'raa, 'Amr bin Al-'Ash dan Dhirar bin Al-Khatthab (saudara Umar bin Khattab).
Dalam syairnya, Hassan dan Ka'ab lebih dominan menyerang kafir Quraisy perihal konflik dan permusuhan mereka dengan kaum muslimin seperti tentang perang. Adapun syair Abdullah bin Rawahah lebih dominan pada penyerangan mental dan psikis seperti menjelaskan kebodohan mereka yang kafir dan menyembah berhala yang tak bisa berbuat apa-apa.
Bagi kaum kafir Quraisy, syair Hassan dan Ka'ab lebih menyakitkan daripada syair Abdullah bin Rawahah. Namun setelah orang Quraisy masuk Islam pada momen penaklukan Makkah, mereka menyadari bahwa syair dari Abdullah bin Rawahah itulah yang lebih meluluhlantakkan telinga dan hati mereka.
Komentar
Posting Komentar