Si Dia; "Reward Sang Pengembara Awam Terhadap Noer Si Ratu Cerdik"

Oleh: Abdul Halim, Mahasiswa aktif IAIN Madura, anggota PMP.


Pada suatu hari, ketika aku sedang berkompetisi dalam ajang lomba Debat antar kelas, yang di adakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (HMPS TBIN), yang bertempat di Auditorium fakultas Tarbiyah (IAIN MADURA), aku bertemu dengan sosok perempuan yang sangat cantik,manis, juga pintar, sebut saja namanya “ Noer”, yang pada saat itu si Noer ini juga merupakan salah satu peserta Debat tersebut, aku melihat Noer yang tengah duduk di salah satu kursi di bagian tim PRO, nah pada saat ia berinteraksi untuk menyampaikan argumentasinya, disitulah mulai muncul rasa kagum yang begitu luar biasa dan membuatku harus berusaha untuk bagaimana aku dan si Noer ini bisa saling mengenal pada saat itu juga, kemudian setelah dia selesai berkompetisi ia berpindah tempat duduk ke bangku peserta, dan dia duduk tepat di sebelah ku loh, terus aku jadi salting gitu, tapi hal itu memang wajar sih menurutku, soalnya dia kan adalah salah satu perempuan yang aku kagumi pada saat itu, beberapa saat kemudian ia pun keluar dari ruangan, entah dia mau kemana aku juga nggak tau.

Kemudian setelah Noer keluar dari Auditorium, aku sedikit berbincang-bincang dengan teman perempuan sekelasku, sebut saja namanya “Lola”(nama samaran), aku berbincang tentang Noer kepada Lola, selang beberapa saat kami berbincang, rupanya si Lola ini kenal dengan Noer dan bukan cuma itu saja, dia juga punya nomor Whatsapps nya, “waah, kesempatan bagus nih” gumamku dalam hati, kemudian Lola menawarkan nomor Whatsapps nya Noer padaku “nih kalo mau minta
 nomornya Noer ”ujarnya dengan lembut, “ oh iya, tolong kirimkan noomornya dia ke Whatsapps ku ya” jawabku sambil tersenyum gembira, akhirnya ikhtiyarku pun sudah terpenuhi kira-kira 20%, sisa 80% nya tinggal ikhtiyar lagi, begitulah kira-kira.

Kemudian setelah Lola kirim nomor Whatsapps nya Noer ke whatsappsku, aku langsung chat ke Noer yang sedang keluar dari Auditorium untuk membeli air, dengan diawali ucapan salam “Assalaamu’alaikum” ujarku dalam chat sambil tersenyum melihat hp, selang dua menit kemudian Noer membalas chatku dengan “Wa’alaikumussalaam” ujarnya dalam chat, tapi dia itu nggak banyak tanya seperti perempuan lain pada umumnya, yang suka bertele-tele kalo ada chat masuk dari nomor yang nggak di kenal, beda dengan si Noer, dia itu nggak terlalu Over protektif meskipun ada nggak dia kenal. Kemudian kami saling menanyakan nama, kelas dan hal lainnya, dan dia itu orangnya asik sekali loh, cuma selang beberapa menit kemudian dia mulai bertanya “kakak ikut debat yaa?” ujarnya dalam pertanyaan yang dia lontarkan dalam chatnya padaku. Kemudian setelah mendengar pertanyaan tersebut, aku jadi terdiam sejenak, karena merasa kebingungan memikirkan jawaban dari pertanyaan itu, hingga akhirnya aku memutuskan untuk menjawab pertanyaan itu dengan kata “iya benar” ujarku dalam chat dengan prasaan sedikit kaku, setidaknya aku bisa jujur itu saja.

Lalu dia agaknya sudah mulai penasaran setelah aku menjawab pertanyaan yang baru saja aku lontarkan untuk menjawab pertanyaan yang ia berikan, kemudian ia kembali bertanya “Oh, jangan bilang kakak itu orang yang di sampingku barusan” ujarnya dalam chat dengan rasa penasaran yang begitu menggelegar di hatinya, kemudian langsung aku jawab “ nggak tau dik, tapi nanti kamu juga bakalan tau sendiri kok, makanya cepetan masuk ke Audit” ujarku sambil tersenyum. 

Selang beberapa waktu kemudian, ia sudah mulai menampakkan diri lewat pintu Auditorium, dengan parasnya yang elok, cantik juga menawan, ditambah kompetensinya yang begitu luar biasa, membuatku terpesona dan terus menatapi ia dengan tatapan yang penuh ketulusan dan kemurnian hati yang begitu dalam. Setelah itu aku mulai kasih sebuah kode isyarat, yang menandakan bahwa aku yang chat dia barusan dan ia pun tersenyum, seketika aku terdiam sambil menatap senyuman itu dengan perasaan penuh gembira ria, dan sejak saat itu aku mulai merasakan suatu hal yang mungkin lebih dari kuat dan lebih besar daripada sebelumnya, yaitu rasa kagumnya aku di buatnya. 
Setelah babak penyisihan lomba Debat selesai aku dan Noer pulang kerumah masing-masing, karena dari tim kami tidak ada yang lolos ke babak selanjutnya, aku dan Noer pun saling pamit dan pulang bersama teman masing-masing.

Keesokan harinya, aku berkomunikasi lagi ke dia lewat whasapps, tapi sayang nya dia sudah mulai lama balas chat dariku, masak iya aku chat dia pukul tujuh pagi, tapi di balesnya pukul lima sore, kan aneh, nah disitu aku mulai gelisah dan penasaran kenapa tiba-tiba dia lama banget yang mau balas chat aku, padahal kan dari kemarin biasa saja. Setelah beberapa menit kemudian, cerita pun berhenti sampai disini saja.
Mau tau kelanjutan cerita ini?

KOMEN YA DI IG YA, INSYAALLAH FULL CERITANYA,,,,

Created By _ Aliemsanjaya29.
IG_Aliemsanjaya29

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KPM Kolaboratif Nusantara IAIN Madura dan Sosok Inspiratif

Lomba Kemenangan

You Are Special : Tetap Rawat Potensi, Rawat Generasi