Sekelumit Kisah
Oleh: Najahatin, Kader PMII Rayon Sakera IAIN Madura, aktivis Perempuan
Suatu waktu, detik per detik
Dengan sisa-sisa tetes embun
Kini berhilir, tengah menggenggam luka
Bergulir di tengah jeratan nafas
Dengan usapan tangis yang tak kunjung usai
Siang malam tiada beda
Berlayar menuju kepedihan
Betapa pandangku terus gelap oleh duka
Menggigil dalam riuh
Menyusuri tepi penantian
Dibalik sisa airnya menetes pada dedaunan
Kegelisahan mulai tercipta ketika harapan-harapan mulai lahir
Barangkali mereka tak tahu menahu
Tentang harapan-harapan yang tersisa semu
Semenjak kepergianmu
Pusaran waktu tengah menjadi hamparan batu
Sedangkan malam terperangkap oleh desir perih pada bunyi yang bertalu
Lalu mengisyaratkan seutas kisah pada tanah yang membisu.
Komentar
Posting Komentar