Desaign Tembakau dan Cerita Seni Cinta
Oleh: R. Shofiyan Maulana, Bidang TIK PMP*
Sepatah rokok mengatakan “Kamu harus berfikir dan kamu harus berkarya dan kamu harus mengejar dia”. Mungkin sebagian manusia menggunakan ramuan tembakau untuk bersenang-senang dan adu kegengsian dalam hidupnya.
Padahal selain itu ramuan tembakau dan rempah yang dipilih untuk dijadikan sebuah rokok juga bisa dijadikan jembatan untuk meramu sastra di bidang karya tulis dan karya pentas.
Aku bersama asapku akan mendesain sebuah tulisan cinta dan cerita yang dapat kalian pelajari bersama kopi hitam di malam hari. Bersama sunyi dan ketenangan malam akan membuat kalian menikmati kehidupan yang aneh ini.
“DUNIA TIDAK JAHAT UNTUKMU
MALAM TIDAK MENAKUTKAN SEPERTI CIPTA FILM ITU
HANYA SAJA MANUSIA INI YANG MEMBUAT ITU SEMUA
JIKA ADA YANG LEBIH TENANG DARI MALAM
MUNGKIN ITU SAAT AKU BERCERITA BERDUA BERSAMAMU”
Berusaha menikmati proses tanpa protes. Menikmati pilihan hati maskipun tau itu adalah sebuah sakit. Menahan tangis di kemudian hari adalah ketakutan yang akan aku rasakan.
Menulisnya lebih awal supaya dunia memberiku masukan tentang hal ini. Semakin banyak kisah maka semakin sulit untuk melupakan cerita. Aku berfikir bersama malam untuk membuat curhatan sebuah rasa.
Aku ingin bercerita tapi nyatanya tidak sebagus sastrawan yang benar-benar patah hati. Manusia hanya sekedar dengan angan-angan semata. Selebihnya tergantung usaha dan tawakal diri.

Komentar
Posting Komentar