Menolakmu dengan Bismillah


Karya: Syuhud Syayadi Amir, Wakil Eksekutor PMP 

Penerimaan mahasiswa baru telah dibuka. Berbodong-bodong dari berbagai daerah untuk mendaftar. Mungkin akan menjadi bagian daripada mahasiswa tangguh atau hanya akan menjadi pelampiasan dari kebobrokan mahasiswa lama.

Setelah pendaftaran ditutup, sudah ada banyak yang diterima menjadi mahasiswa baru di kampus "PERKIMENGAN".

Pertemuan pertama berlangsung. Ada salah satu mahasiswi cantik dengan mata yang kelihatan manis, bahkan seluruh yang tampak dari dirinya adalah manis. Bayangkan saja!

Namanya Naila, ia lahir dari keluarga sederhana tetapi membawa segudang cahaya iman dalam dirinya. Ia cantik,  cerdas, dan tekun dalam belajar. Bahkan sebelum ia kuliah, ia sudah mengantongi banyak piala prestasi dari sekolah-sekolahnya.

Tetapi, setelah dia aktif di kampus, ia kelihatan semakin sepi dari dunia prestasi, bahkan ia bingung mau aktif dimana dan semakin tak tentu arah.

Saat ia semester 2, ia bertemu dengan selembaran kertas yang dikasih temannya. Kertas itu adalah formulir pendaftaran salah satu organisasi kemahasiswaan.

"Ayok Gabung Nai, organisasi ini bagus dan banyak anggotanya" kata Nia teman Naila.

Tetapi, tawaran itu tidak mampu membuat Naila Langsung ikut bergabung. Ia hanya mengambil kertas formulir tersebut dan ditaruh ke dalam tasnya.

"Aku pikir-pikir dulu yah, Nia". Jawab Naila setelah mendengar ajakan Nia.

Tiba di asrama, Naila membuka tas dan mengambil formulir yang ia dapat dari temannya. Ia membaca sembari bertanya-tanya dalam kesendirian. Naila adalah mahasiswa yang bisa dibilang kritis, karena ia tidak mudah percaya kepada segala sesuatu yang masih belum ia tau kebenarannya.

Akhirnya, ia mencari tau informasi organisasi yang ia ketahui dari formulir tersebut. Bahkan lehih dari itu, ia mencari tau betul semua organisasi kemahasiswaan untuk benar-benar memilih yang paling tepat untuk bergabung.

Senioritas mahasiswa sudah ada banyak yang mendekati Naila, mengajak ia bergabung ke organisasi mereka masing-masing. Bahkan, ada juga senioritas yang tidak sekedar menginginkan Naila aktif di organisasinya, tetapi ingin menjadikan Naila sebagai pacarnya. Wajar, senior omplongan.

Banyak senior-senior mahasiswanya mendekati Naila. Bahkan ada yang sampai menjanjikan Naila dengan bisa duduk sebagai orang-orang penting di kemahasiswaan. Jika Naila bergabung ke organisasinya, maka Naila akan diberikan jabatan dalam dunia kemahasiswaan.

Tetapi, lagi-lagi tentang Naila yang kritis. Ia tidak tertarik dengan segala bentuk ajakan yang tak berbobot itu. Ia masih ingin mencari sendiri, mengenali sendiri bahkan ingin menentukan sendiri kemana ia akan bergabung.

"Bismillah, ya Tuhan, saya memutuskan untuk gabung ke organisasi ini, tepatkanlah lingkungan saya, jaga saya, dan bantu saya untuk mengembangkan diri saya dan juga teman-teman saya ini Tuhan, jadikan saya dan teman-teman seorganisasi saya lebih dekat lagi kepadaMu, amin." Doa Naila setelah memutuskan untuk bergabung ke organisasi yang diminatinya.

Setelah Naila menemukan organisasi yang ia anggap pas untuk dijadikan tempat proses, ia mulai aktif mengikiti kegiatan di organisasi tersebit. Akhirnya, kesibukan dia sekarang semakin bertambah. Awalnya hanya fokus kuliah di kampus, sekarang bertambah aktif di organisasi.

Naila menjadi salah satu kader the best di organisasi itu. Bahkan sekarang banyak senior organisasinya mendekati Naila. Tetapi Naila tetap teguh dengan segudang keimanan yang ia bawa dari rumahnya. Ia menganggap bahwa tidak ada cinta sebelum menikah. Ia memiliki keyakinan yang kuat bahwa cinta itu benar-benar terjadi setelah menikah.

Sempat di satu kesempatan, salah satu senior organisasi Naila menembaknya, mengajaknya pacaran bahkan dijanjikan ingin dipinang. Tetapi Naila menolaknya dengan kata Bismillah.

Ia mengucapkan bismillah karena ia tau bahwa menolak itu adalah kebaikan. Sedangkan kebaikan itu sangat indah bila diawali dengan bismillah.

Sekian


Pamekasan, 04 Juni 2023 M. #Dalam_Hidup

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KPM Kolaboratif Nusantara IAIN Madura dan Sosok Inspiratif

Lomba Kemenangan

You Are Special : Tetap Rawat Potensi, Rawat Generasi