Panggung Pencitraan akan Segera Digelar



Oleh: Ardhi Coplak, Aktivis*

Melawan kuasa tirani tak cukup hanya bermental baja, namun dalam bertarung perlu mempertajam taring yang dalam hal ini strategi, taktik dan politik.

Karena yang kita hadapi adalah penguasa yang punya segalanya. Partisipasi publik dalam menciptakan perubahan besar (melawan penindasan) tentu menjadi indikator dalam mencapainya.

Mendekati Pesta Demokrasi, opini publik tentang  penguasa tentu terpetak menjadi dua arah yang berlawanan, akibat dari dampak politik yang telah ditransaksikan sebelum menjadi pemangku kebijakan. Yang pertama, sisi positif.

Dalam hal ini tentu yang disampaikan tentang citra baik. Misalnya  prestasi, potensi diri dan bahkan materi, yang semua ini tak ada lain untuk menarik simpati dari masyarakat. Sedangkan yang kedua tentang citra buruk penguasa.

Nah, soal ini jelas bagi orang sangat tidak menyukai tentang sosok figur yang bukan lagi yang diinginkan.

Sebagai mahasiswa dan masyarakat tentu memiliki tanggung jawab yang besar dalam mengontrol kebijakan yang ditetapkan hingga implementasi di lapangan, agar tidak terkecoh dengan propaganda yang dimainkan oleh mereka.

Diam memang emas, tapi bergerak jauh lebih berharga nilainya daripada emas.

"Siapapun orangnya dan apapun jabatanlnya, jika sudah berani menginjak kepala rakyat, maka Akulah Musuhnya." 

_Ar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KPM Kolaboratif Nusantara IAIN Madura dan Sosok Inspiratif

Lomba Kemenangan

You Are Special : Tetap Rawat Potensi, Rawat Generasi