Sosok Independensi Perempuan Inspiratif untuk Generasi Muda Masa Depan
Anisa adalah sesosok gadis yang kerap di panggil
dengan sebutan Anisa Nizara. Gadis kelahiran Sumenep 03 April 2001 adalah gadis
dari orang tua yang tidak sama, ayahnya dari Thailand dan ibunya asli dari
Indonesia. Terlahir di pelosok tepatnya di desa Gaddu
kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep. Meskipun terlahir dari desa tetapi sama
sekali tidak membuatnya patah semangat untuk menjadi pribadi yang gemilang
dalam setiap jenjang Pendidikan formalnya.
Gadis desa dengan setumpuk prestasi
ini memulai pencarian jati dirinya di MI Darunnajah II, dilanjutkan di MTS
Darunnajah II. Pendidikan selanjutnya yaitu di MA 1 Annuqayah Putri, lembaga
tempatnya mulai mengembangkan keterampilan yang ia miliki. Lulus dari lembaga
pesantren tersebut, untuk menunjang mimpinya ia melanjutkan studinya di IAIN
Madura program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam fakultas Ushuluddin dan
Dakwah dan sampai saat ini tercatat sebagai mahasiswa aktif IAIN Madura
semester 6.
Semangatnya untuk menimba ilmu tidak
cukup di bangku kuliah saja. Dia juga sebagai aktivis di organisasi. Di bangku
madrasah Aliyah ia aktif di Forum Lingkar Pena (FLP) ranting Annuqayah.
Menginjak di IAIN Madura dia juga aktif berbagai organisasi, yaitu : Relawan
Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK), Reporter dan Presenter di UKK LPM
Activita, Kader sekaigus menjadi Pimred Bulletin MARLENA di PMII Rayon Sakera
yang sudah menyelesaikan jenjang formalnya dari Mapaba, PKD dan SIG. Selain itu
dia juga pernah aktif sebagai Sekretaris Umum II Dema Fakultas Ushuluddin dan
Dakwah dan Fradiksi IAIN Madura. Kemudian sekarang sudah aktif kembali menjadi kordinator divisi sekretariat di Dema Institut IAIN Madura periode 2023-2024.
Buah dari semangatnya yang ia pupuk
sejak kecil, gadis ini mampu meraih juara 1 Menulis Opini Tingkat IAIN Madura.
Selain itu, di IAIN Madura pernah mendapat juara III Spot Enterpreneur IAIN Madura, juara II baca puisi kabupaten Sumenep dan Pamekasan dan yang terakhir menjadi peserta terbaik di Sekolah Islam Gender PMII Cabang Jember.
Prestasi yang ia dapatkan tidak
semerta-merta datang dengan sendirinya. Anisa dikenal sebagai sosok yang
pantang menyerah dalam meraih mimpinya, hal ini disampaikan oleh salah satu
Penggerak komunitas literasi Pemuda Menuju Peradaban (PMP) sekaligus juga kader
HMI IAIN Madura yaitu Ozie yang merupakan mahasiswa semester 6 prodi Komunikasi dan
Penyiaran Islam (KPI) sebagai salah satu sahabat alumni di lembaga pesantren
Annuqayah Sumenep.
Berasal dari pelosok, tidak
menghalangi dia untuk tetap menjadi seseorang yang berprestasi bagi gadis ini,
melainkan sebagai motivasi bahwa tidak semua orang pelosok dan sebagai gadis
selalu menjadi yang terbelakang. Dia juga selalu mencari kesempatan untuk mengasah skillnya dalam
hal apapun.
Gadis yang juga dikenal dengan
multitalenta ini memiliki sifat optimisme sebagai kaum perempuan dimana ia
juga memiliki keinginan untuk dapat menciptakan sejarah, terkhusus di fakultasnya
yaitu di fakultas ushuluddin dan dakwah bahwa masih ada perempuan sekaligus
aktivis yang memiliki keberanian
mewakili kaumnya untuk menjadi seorang leader dalam sebuah organisasi.
Sebagai sosok perempuan yang memiliki hobi membaca dan menulis dan pernah
menjuarai dalam lomba essai nasional, ia memiliki pesan semangat yang selalu ia
bawa kemanapun ia pergi, bahwa tidak akan ada lagi kelas nomer dua untuk
perempuan. Perempuan bisa menjadi apa saja sebagaimana laki-laki. Kemudian ia
selalu berpesan untuk semua perempuan di iain madura khususnya “jadilah perempuan yang
bebas dan berkehendak, yang setiap gerakan positifnya tidak bisa dieksploitasi
pasangan maupun atasan.
Bagi Anisa yang berkelahiran Sumenep
ini, dimana ada kemauan di situ pasti ada jalan, itulah motto sosok gadis yang
sering disebut Anisa Nizara. Dan bagaimana dapat berkontribusi demi perubahan
yang lebih baik, serta berprestasi demi kebaikan, kebersamaan dan kemanusiaan. Hablum minannas dan Hablum minallah harus tetap dijalankan. (Catatan PMP)

Komentar
Posting Komentar