Kajian "Membongkar Nilai-Nilai Kekritisan Mahasiswa" dan Hikmahnya

Oleh: Syuhud Syayadi Amir, anggota PMP Pamekasan.
Islam mengajarkan umat Muslim bermusyawarah. Ketika ada masalah, bermusyawarahlah untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Masalah yang kita angkat hari ini adalah masalah dalam lingkup kemahasiswaan.

Apa yang menjadi masalahnya? Kebanyakan teman-teman menjawab bahwa nilai-nilai Kekritisan mahasiswa yang menurunlah yang menjadi masalah? Kenapa masalah?

Karena mahasiswa yang cenderung bertindak tanpa memperhatikan konsekuensinya, maka akan berdampak kepada persoalan universal apabila gerak kehidupannya tidak mengarah kepada kebaikan yang dihasilkan dari proses berpikir mendalam (kritis).

Solusinya apa? Salah satu solusinya adalah menumbuhkan kesadar individu melalu proses pencarian jati diri sejak ia sadar akan hal itu. Apabila kesadaran tersebut tumbuh dalam setiap diri mahasiswa, maka akan terbentuk budaya literasi. Ketika budaya literasi sudah terbentuk, maka peradaban akan dicapai.

Dalam hal kekritisan mahasiswa, kita sedikit menyinggung persoalan definisi, karena kami sadar bahwa difinisi itu akan penting apabila semangat individu semakin banyak mewarnai lahirnya sebuah peradaban.

Hal yang paling penting bukanlah definisi, tetapi menumbuhkan semangat individu yang akan melahirkan semangat kebersamaan untuk melahirkan definisi baru sebagai hasil daripada proses dan semangat kebersamaan.

Inilah yang dimaksud dengan perjuangan. Perjuangan yang dimulai dari diri sendiri, perjuangan yang dimulai dari skala kelompok kecil, sedikit dan akan semakin pesat dengan semangat kebersamaan.

Kita sadar bahwa kesuksesan itu akan semakin berwarna indah jika dicapai oleh dan dengan kebersamaan. Sebab, apa gunanya sukses di atas penderitaan orang banyak? Atau memang kita bangga melihat diri kita sukses sedangkan masih banyak orang lain dalam keadaan sengsara?

Banyak hal dalam perbincangan kita yang bisa dijadikan salah satu contoh untuk mendapatkan setitik rasa sadar yang akan berujung banyak. Titik itu adalah kesadaran individu sebagai manusia yang memiliki title hamba juga sebagai Khalifah di muka bumi ini.

Sedangkan titik yang sedikit itu akan melahirkan semakin banyak titik-titik indah untuk mewarnai kehidupan yang lebih cerah lagi. Kehidupan itu biasa kita sebut sebagai peradaban manusia dan kesejahteraannya.

Terimakasih kepada teman-teman yang hadir pada setiap kesempatan untuk memperjuangkan keadaan kita bersama yang sedang dirundung kegelisahan besar dan panjang ini.

Saya semakin sadar bahwa kepedulian bersama itu lebih indah daripada berjalan sendiri-sendiri. Dalam kebersamaan, kita akan menemukan perbedaan yang indah dan tak harus dihapuskan.

Tetapi, jauh di balik semua itu ada kesadaran lain yang bisa saya ambil hikmahnya, ialah tentang persatuan, tentang tujuan yang sama, tentang harapan bersama, harapan tentang kemakmuran yang bisa dirasakan oleh semua orang (keadilan).

Pamekasan, 06 Maret 2023 M. #Dalam_Hidup

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KPM Kolaboratif Nusantara IAIN Madura dan Sosok Inspiratif

Lomba Kemenangan

Malas Kuliah dan Mengerjakan Tugas, Bukan Berarti Salah?