Postingan

Internalisasi Gerakan Demokrasi dan Politik Nasional; Miniatur Negara Memiliki Peran didalamnya

Gambar
Oleh : M. Rozien Abqoriy, Eksekutor PMP*  Kita ketahui bahwa demokrasi sejak dulu dalam bahasa Yunani itu berasal dari dua kata, yaitu demos yang artinya rakyat, kemudian kratos yang berarti memiliki sifat pemerintahan atau kekuasaan. Lalu kita kenali semua itu sebagai pemerintahan rakyat.   Tentunya, dibalik pengertian tersebut terdapat nilai-nilai yang perlu kita perhatikan bersama, untuk menjadikan suatu hal yang tertanam dalam diri masyarakat dan dapat dijadikan pegangan untuk kehidupan hari ini, selanjutnya dan seterusnya. Internalisasi nilai nilai itu perlu ada yang namanya gerakan serentak untuk kesadaran bersama. Namun sebelum itu, selain hanya pengertiannya yang kita tau, perlu juga memahami demokrasi yang telah kita anut khususnya di Indonesia. Kira-kira hari ini demokrasi yang seperti apa yang terlihat?   Sosok yang sering disebut sebagai bapak demokrasi dan presiden Amerika Serikat yang ke 16, yaitu Abraham Lincoln memberikan pengertian tentang dem...

Modernisasi Cinta Perspektif Plato dan Mo-Tzu

Gambar
Oleh: Syuhud Syayadi Amir, Wakil Eksekutor PMP* ____________ "Cinta itu perang, yakni perang yang hebat dalam rohani manusia. Jika ia menang, akan didapati orang yang tulus ikhlas, luas pikiran, sabar dan tenang hati. Jika ia kalah, akan didapati orang yang putus asa, sesat, lemah hati, kecil perasaan dan bahkan kadang-kadang hilang kepercayaan pada diri sendiri". - Buya Hamka Seorang tokoh besar bangsa ini masih peduli terhadap generasi bangsa. Sebab, ia membahas perihal cinta dalam catatannya. Mungkin, dia memahami bahwa pemuda akan kehilangan arah murni jika di sebuah perjalannya dihinggapi rasa cinta yang berlebihan. Buya Hamka membumbui rasa cinta manusia kepada sesuatu yang indah. Menggambarkan cinta juga kepasa sebuah kesesatan dalam menjalaninya. Sehingga, apabila manusia dapat memenangkan cintanya, maka ia akan menjadi manusia sempurna dengan ketenangan, keluasan pikirannya, bahkan kebahagiaan hidupnya di dunia dan akhirat. Tetapi jika sebaliknya, maka manusia akan k...

Wejangan dari Keluhan Semut

Gambar
Oleh: F_K* Dunia sangatlah mudah untuk dipandang dengan mata manusia namun terkadang manusia hanya menggunakan matanya, tidak hatinya. Mereka berpendapat bahwa semuanya mudah bahkan sebelum mereka masuk ke dalannya. Cukup menggampangkan dengan kata-kata lalu menyalahkan ketika gagal menimpa. Mereka tidak peduli banyaknya kerikil yang berkali-kali menusuk kaki pejalannya. Pedulikah mereka dengan hembusan angin yang yang meporak-porandakan mental dan semangatnya? Tentu tidak. Hasil yang mereka lihat, sepucuk kesuksesan yang mereka nilai tetapi tidak dengan bagaimana pejalan itu menepis dan menahan sakit hingga akhirnya terangkis.  Begitulah manusia yang kurang mengisi otaknya dengan ilmu pengetahuan, dangkal sekali mereka berfikir. Padahal dengan mudah mereka mencerna ribuan kalimat motivasi untuk tetap mengadu proses yang tak mudah. Begitu banyak celoteh sang perintis menggambarkan ribuan proses dan tumpukan pengorbanan, namun ego manusia lebih berkuasa atas pikiran mereka sehingga ...

Sistem Demokrasi Menghalalkan Segala Cara, Kampus Menjadi Perjumpaannya ?

Gambar
Oleh: M. Rozien Abqory, Eksekutor PMP* Kalimat itu sering saja saya temukan dari beberapa perjumpaan dan ketika melihat kondisi dan realita yang ada, bangsa Indonesia memang tidak kekurangan dengan orang-orang pintar, tapi minus orang-orang yang jujur. Hal itu juga pernah disebutkan oleh wakil presiden pertama kita yaitu Moh.Hatta yang menyampaikan pesan hidup “kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman, namun tidak jujur itu sulit diperbaiki” Bukan lantas tidak bisa diperbaiki, tapi hanya saja bagaimana mengurangi kebiasaan-kebiasaan lama yang sudah menjadi tradisi. Melanjutkan suatu hal yang sebenernya tidak benar dalam konteks kebaikan tapi diimbuhi dengan pembenaran yang kesannya sangat terlihat bahwa hanyalah untuk kemaslahatan pribadi (Sekelompok tertentu) atau kebijaksanaan diri sendiri yang disingkat Bijaksini, dan yang hanya memiliki kesadaran lebih, sosial yang memadai, semua itu cukup bisa dikatakan dengan kepedulian indiv...

Menyelami Dunia di Lautan Bedebah

Gambar
________ Oleh: Syuhud Syayadi Amir, Wakil Eksekutor PMP* Aku hidup diantara bunyi yang bising. Suara keras yang menyakitkan. Suara yang ribut memperebutkan makanan dengan cara haram, tetapi masih menyuarakan kebenaran. Tidak salah, tetapi kurang tepat. Suara hari ini adalah suara rencana yang gagal dilakukan. Suara hari ini adalah suara kepura-puraan. Suara yang menyusun banyak harap tetapi seperti kehilangan gairah untuk melahap. Ramai tapi sepi di dalam kebenaran. Hanya menjadi suara penonton yang sok tau letak kesalahan pemain tetapi tidak tau cara bermain sendiri. Suara yang menganggap salah, tetapi enggan untuk menberikan solusinya. Bahkan masih dengan alasan suaranya tak didengarkan. Bagaimana mau didengarkan jika tidak pernah memulai bersuara tetapi hanya mengaku bersuara lantang demi kebenaran? Tidak! Aku tidak mau menanggapi apa yang terjadi saat ini. Tetapi, aku hanya ingin menyelam jauh ke dalamnya dengan kata, kalimat, hingga bahkan suara yang tak bisa ku katakan, tetapi in...

Desaign Tembakau dan Cerita Seni Cinta

Gambar
  Oleh: R. Shofiyan Maulana, Bidang TIK PMP* Sepatah rokok mengatakan “Kamu harus berfikir dan kamu harus berkarya dan kamu harus mengejar dia” . Mungkin sebagian manusia menggunakan ramuan tembakau untuk bersenang-senang dan adu kegengsian dalam hidupnya. Padahal selain itu ramuan tembakau dan rempah yang dipilih untuk dijadikan sebuah rokok juga bisa dijadikan jembatan untuk meramu sastra di bidang karya tulis dan karya pentas. Aku bersama asapku akan mendesain sebuah tulisan cinta dan cerita yang dapat kalian pelajari bersama kopi hitam di malam hari. Bersama sunyi dan ketenangan malam akan membuat kalian menikmati kehidupan yang aneh ini. “DUNIA TIDAK JAHAT UNTUKMU MALAM TIDAK MENAKUTKAN SEPERTI CIPTA FILM ITU HANYA SAJA MANUSIA INI YANG MEMBUAT ITU SEMUA JIKA ADA YANG LEBIH TENANG DARI MALAM MUNGKIN ITU SAAT AKU BERCERITA BERDUA BERSAMAMU” Berusaha menikmati proses tanpa protes. Menikmati pilihan hati maskipun tau itu adalah sebuah sakit. Menahan tangis di kemudian hari adalah...

Panggung Pencitraan akan Segera Digelar

Gambar
Oleh: Ardhi Coplak, Aktivis* Melawan kuasa tirani tak cukup hanya bermental baja, namun dalam bertarung perlu mempertajam taring yang dalam hal ini strategi, taktik dan politik. Karena yang kita hadapi adalah penguasa yang punya segalanya. Partisipasi publik dalam menciptakan perubahan besar (melawan penindasan) tentu menjadi indikator dalam mencapainya. Mendekati Pesta Demokrasi, opini publik tentang  penguasa tentu terpetak menjadi dua arah yang berlawanan, akibat dari dampak politik yang telah ditransaksikan sebelum menjadi pemangku kebijakan. Yang pertama, sisi positif. Dalam hal ini tentu yang disampaikan tentang citra baik. Misalnya  prestasi, potensi diri dan bahkan materi, yang semua ini tak ada lain untuk menarik simpati dari masyarakat. Sedangkan yang kedua tentang citra buruk penguasa. Nah, soal ini jelas bagi orang sangat tidak menyukai tentang sosok figur yang bukan lagi yang diinginkan. Sebagai mahasiswa dan masyarakat tentu memiliki tanggung jawab yang besar dal...

Sosok Independensi Perempuan Inspiratif untuk Generasi Muda Masa Depan

Gambar
Anisa adalah sesosok gadis yang kerap di panggil dengan sebutan Anisa Nizara. Gadis kelahiran Sumenep 03 April 2001 adalah gadis dari orang tua yang tidak sama, ayahnya dari Thailand dan ibunya asli dari Indonesia. Terlahir di pelosok tepatnya di desa Gaddu kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep. Meskipun terlahir dari desa tetapi sama sekali tidak membuatnya patah semangat untuk menjadi pribadi yang gemilang dalam setiap jenjang Pendidikan formalnya.             Gadis desa dengan setumpuk prestasi ini memulai pencarian jati dirinya di MI Darunnajah II, dilanjutkan di MTS Darunnajah II. Pendidikan selanjutnya yaitu di MA 1 Annuqayah Putri, lembaga tempatnya mulai mengembangkan keterampilan yang ia miliki. Lulus dari lembaga pesantren tersebut, untuk menunjang mimpinya ia melanjutkan studinya di IAIN Madura program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam fakultas Ushuluddin dan Dakwah dan sampai saat ini tercatat sebagai mahasiswa akti...

Investor Itu Makan Bubur Kami

Gambar
Karya : Ramli Q.Z *             Pakaian investor itu sangat rapi. Mulai dari ujung rambut sampai ujung kakinya ia balutkan pakaian berwarna hitam. Di kepalanya terdapat rambut yang tersisir rapi, mengkilat. Di badannya ia kenakan jas hitam pekat, dan celana hitam gelap serta sepasang sepatu yang hitam legam.             Dia hadir di tengah-tengah kami hanya ingin memakan bubur kami yang telah siap saji. Kami sama sekali tidak memberinya meski se sendok pun. Dia tetap memaksa kami, namun kami tetap menjadi pelit. Dan akhirnya dia sendiri mencurinya dengan cara memakan bubur itu dari pinggir seperti kami memakannya. Mungkin saja dia takut ketahuan kami.             Tetapi sekarang, investor itu dapat kami temukan bahwasanya dialah pemakan bubur kami dengan sembunyi-sembunyi. Kami pun menahan tangannya, sementara sendok y...

Menolakmu dengan Bismillah

Gambar
Karya: Syuhud Syayadi Amir, Wakil Eksekutor PMP  Penerimaan mahasiswa baru telah dibuka. Berbodong-bodong dari berbagai daerah untuk mendaftar. Mungkin akan menjadi bagian daripada mahasiswa tangguh atau hanya akan menjadi pelampiasan dari kebobrokan mahasiswa lama. Setelah pendaftaran ditutup, sudah ada banyak yang diterima menjadi mahasiswa baru di kampus "PERKIMENGAN". Pertemuan pertama berlangsung. Ada salah satu mahasiswi cantik dengan mata yang kelihatan manis, bahkan seluruh yang tampak dari dirinya adalah manis. Bayangkan saja! Namanya Naila, ia lahir dari keluarga sederhana tetapi membawa segudang cahaya iman dalam dirinya. Ia cantik,  cerdas, dan tekun dalam belajar. Bahkan sebelum ia kuliah, ia sudah mengantongi banyak piala prestasi dari sekolah-sekolahnya. Tetapi, setelah dia aktif di kampus, ia kelihatan semakin sepi dari dunia prestasi, bahkan ia bingung mau aktif dimana dan semakin tak tentu arah. Saat ia semester 2, ia bertemu dengan selembaran kertas yang di...